Dzikir
Dzikir menurut bahasa arab diambil dari akar kata “ Dzakara” artinya ketika seseorang menuturkan dan mengingat sesuatu. Kata tersebut juga diambil dari “tanbih” yang berarti perhatian,yaitu ketika seseorang memperhatikan sesuatu. Dzikir bisa dilakukan dengan hati, lisan dan anggota badan atau dengan ucapan yang bisa didengar orang. Jika seseorang sudah menggabungkan semua unsur itu, maka bisa disebut sebagai dzikir.
Baca juga : Sumber sumber hukum Islam
Secara umum dzikir mencakup semua jenis ibadah; sholat, puasa, haji, membaca Al-Qur’an, memuji Allah, Berdo’a, bertasbih, dan lain sebagainya. Karena pekerjaan seperti itu merupakan perwujudan dari ketaqwaan kita kepada perintah Allah.
Dzikir Adalah Do’a
Salah satu bagian penting dari dzikir adalah doa, doa adalah permintaan seorang hamba kepada Dzat Maha Mulai ( Allah SWT ). Tentu saja berdo’a perlu dibarengi dengan mengingat kepada dzat yang kita minta.
Menurut istilah doa merupakan kalimat yang menunjukkan permintaan dengan rendah hai dan tunduk dari seorang yang berada dilevel rendah kepada dzatyang level pada tinggi. Dzikir bisa dikatakan otaknya dari ibadah, karena hampir semua ibadah adalah dzikir. Dikarenakan bagi umat islam dzikir mendapatkan diri kepada Allah, karena doa merupakan ekspresi pengakuan akan adanya kebutuhan hamba pada pelindungan dan pertolongan Allah dalam semua hal kehidupan.
Etika Dalam Berdo’a
Agar doa seorang hamba bisa mendapatkan kesempatan terkabul, terdapat syarat dan etika tertentu didalam melaksanakan doa, didalam Al-Qur’an Surah Al-A’rof Ayat 56
وَلَا تُفۡسِدُواْ فِي ٱلۡأَرۡضِ بَعۡدَ إِصۡلَٰحِهَا وَٱدۡعُوهُ خَوۡفٗا وَطَمَعًاۚ إِنَّ رَحۡمَتَ ٱللَّهِ قَرِيبٞ مِّنَ ٱلۡمُحۡسِنِينَ .
" dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi, sesudah (Allah) memperbaikinya dan Berdoalah kepada-Nya dengan rasa takut (tidak akan diterima) dan harapan (akan dikabulkan). Sesungguhnya rahmat Allah Amat dekat kepada orang-orang yang berbuat baik.
Syarat yang paling penting dalam berdo’a adlah ikhlas, dikarenakan Allah akan mengabulkan do’a hambanya"
Allah berfirman didalam Al-Qur’an Surah Al-Baqoroh Ayat 186
وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌۖ أُجِيبُ دَعۡوَةَ ٱلدَّاعِ إِذَا دَعَانِۖ فَلۡيَسۡتَجِيبُواْ لِي وَلۡيُؤۡمِنُواْ بِي لَعَلَّهُمۡ يَرۡشُدُونَ
"dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, Maka (jawablah), bahwasanya aku adalah dekat. aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, Maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran. "
Baca juga : Download Aplikasi Al-Qur'an Untuk Word
Dari pada itu didalam berdo’a harus khusu’ dan mengagungkan Allah Dzat maha kuasa, dan menyakinkan bahwa do’a akan terkabul, jangan sampai disaat kita berdo’a ada rasa ragu bahwa doa kita tidak dikabulkan. Karena berbaik sangka dengan Allah akan terkabulnya do’a menjadi salah satu syarat. “Allah berfirman Didalam Al-Qur’an Surah Ghafir Ayat 60 yang artinya “ dan Tuhanmu berfirman “ Berdoalah kepada-Ku, Niscaya akan kuperkenankan bagimu “.
Bagi mereka yang membuat kesalahan, do’a hendaknya disertai dengan perasaan takut dan taubat kepada Allah. Karena dengan rasa takut dan taubat itu, Allah akan mengabulkan do’a dan mengampuni segala dosa kesalahan yang menyangkut dengan hak anak cucu Nabi Adam AS
Baca Juga : Kumpulan Ayat Al-Qur'an Tentang Berzina
Orang yang berdoayang perlu diperhatikan apakah makanan yang kita makan ataupun minuman yang sudah kita minum berasal dari yang halal ataupun dari yang haram. Begitu pula tempat dan pakaian berasal dari perkara yang halal atau dari yang haram ataupun layak ataupun tidak layak. Karena dari makanan dan minuman serta pakaian juga menentukan apakah do’a kita terkabul atau tidaknya , karena faktor yang dapat mencegah terkabulnya do’a.
Berdo’a juga tidak bisa dilakukan dengan dengan sombong dan dengki, berdo’a seharusnya dilakukan dengan segenap kerendahan hati kita, Allah berfirman didalam Al-Qur’an Ayat 55 :
ٱدۡعُواْ رَبَّكُمۡ تَضَرُّعٗا وَخُفۡيَةًۚ إِنَّهُۥ لَا يُحِبُّ ٱلۡمُعۡتَدِينَ
Berdoalah kepada Tuhanmu dengan berendah diri dan suara yang lembut. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas * )
* ) Maksudnya: melampaui batas tentang yang diminta dan cara meminta.
Waktu Terbaik Dalam Berdo’a
Terdapat beberapa waktu utama untuk memenjatkan do’a diantaranya adalah akhir sepertiga malam, saat semua orang masih tertidur lelap, Rasullallah SAW dalam hadistnya yang berarti “ tuhan kami(Rahmat-Nya) turun ke langit dunia pada setiap malam saat sepertiga malam terakhir seraya berfirman, siapa yang berdo’a kepada-Ku niscaya akan Aku kabulkan, siapa yang meminta kepada-Ku niscaya akan Aku berikan, dan siapa yang memohon ampun kepada-Ku, niscaya akan Aku ampuni ( HR. Muslim )”
Diwaktu yang lain adalah diantara adzan dan Iqomah, doa ketika bersujud, ini merupakan salah satu momentum terbaik untuk berdo’a,karena disinilah ada ketundukan yang terwujud dalam fisik dengan meletakkan wajah seorang hamba ketanah. Waktu yang lain adalah setelah selesai Shalat Fardhu, selanjutnya adalah memanjatkan do’a ketika terbangun pada malam hari, misalnya ketika seorang terbangun ditengah malam dan akan melanjutkan tidurnya kembali jika dia teringat kepada Allah, maka berdo’alah pada saat itu karena salah satu momentum waktu terbaik do’a hamba untuk diijabah.
Dan masih banyak waktu yang lain baik dalam berdo’a seperti ketika malam lailatul qadar, saat berada di makkah, di safa dan marwah, setelah melempar jumroh pidang arafah, sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah, membesuk orang sakit, ketika nyawa dicabut.
Hanya kepada Allah kita berserah diri dan hanya kepada Allah kita meminta, karena kepada Allah tempat kita meminta.


Leave a Comment